Ringkasan Buku Rich Dad Poor Dad



  Buku ini ditulis oleh Robert Kiyosaki yang merupakan seorang investor, usahawan, dan motivator. Robert Kiyosaki telah menulis 15 buku yang secara akumulatif telah terjual lebih dari 26 juta buah. Buku Rich Dad Poor Dad ini berisi tentang panduan dalam mengelola keuangan dengan menyajikan mindset orang kaya dan orang miskin.

  Robert Kiyosaki memiliki dua ayah, yang satu kaya yang satu miskin. Yang satu berpendidikan tinggi dan pandai dan mempunyai gelar Ph.D. dan menyelesaikan 4 tahun pendidikannya dalam waktu kurang dari dua tahun. Dia lalu melanjutkan studi ke Stanford University, University of Chicago, dan Northwestern University, semuanya dengan beasiswa penuh. Dan ayah kaya tidak pernah menyelesaikan Pendidikan SMP. (Disini kita dapat menarik pelajaran bahwa setinggi-tingginya gelar Pendidikan yang kamu raih, kamu tidak akan diajarkan kecerdasan finansial).

  Keduanya memperoleh penghasilan besar. Namun, yang satu selalu harus berjuang dalam hal keuangan. Yang satu lagi belakangan menjadi orang terkaya di Hawaii, Yang satu wafat meninggalkan puluhan juta dollar bagi keluarga, amal kemanusiaan, dan Gereja. Yang satunya meninggalkan hutang.

  Ayah miskin selalu berkata ”Kamu tidak mampu membelinya”. Ayah kaya selalu berkata “Bagaimana saya bisa membelinya ?”

-          Yang satu melepaskan anda dari kesulitan dan membuat otak anda berhenti,

-          Yang satunya lagi memaksa anda berpikir dan membuat otak anda bekerja.

  Ayah kaya memiliki sikap mandiri penuh dalam hal keuangan, Dia menentang mentalitas “berhak”.

  Berikut beberapa pelajaran dari ayah kaya:

-          Orang kaya tidak bekerja untuk uang

Ayah kaya selalu berkata “Teruslah bekerja, anak-anak, tapi semakin cepat kalian lupa bahwa kalian perlu upah, semakin mudahlah kehidupan kalian”. (Dalam bekerja kita jangan mementingkan upah/pendapatan, namun kita bekerja untuk belajar menciptakan uang dan mencari peluang.)

-          Melihat apa yang dilewatkan orang lain

Dalam kehidupan kita sering melihat orang lain yang melewatkan/membuang sesuatu yang seharusnya bermanfaat. Dari hal tersebut kita dapat mengambil apa yang dilewatkan orang tersebut menjadi sesuatu yang menghasilkan bagi kita.

-          Melek Keuangan

“Bisnis seperti menanam suatu pohon, anda menyiraminya selama bertahun-tahun, lalu suatu hari pohon itu sudah tertancap cukup dalam. Pohon itu lalu memberikan keteduhan yang bisa anda nikmati”.

-          Bekerja untuk belajar, bukan bekerja untuk uang

Dalam bekerja kita hendaknya tidak fokus untuk kerja keras dan menghasilkan uang, namun dalam bekerja kita hendaknya selalu belajar dan menarik hikmah dari semua pengalaman yang kita dapat dalam bekerja dan kita dapat membangun kerajaan bisnis kita sendiri.

 

  Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa yang penting adalah berapa banyak uang yang disimpan, bukan berapa banyak uang yang dihasilkan. Orang kaya membangun aset, orang miskin dan kelas menengah membangun liabilitas, tapi mereka mengira itu aset. Maka dari itu anda harus mengetahui perbedaan aset dan liabilitas. Lebih mudahnya aset merupakan sesuatu yang memasukkan uang ke kantong saya, sedangkan liabilitas merupakan sesuatu yang mengeluarkan uang dari kantong saya.


Berikut merupakan perbedaan pola kas orang miskin, kelas menengah, orang kaya:




 

 

 

 

 

Komentar